Asib Amin Dorong Pergub Penetapan Harga Sawit Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

  • Bagikan

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Saat ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan tengah merampungkan Pergub tentang penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit. Harga Tandan Buah Segar (TBS) yang tidak seragam dihampir semua daerah sentra produksi kelapa sawit menjadi permasalahan yang dikeluhkan oleh para petani.

Untuk itu, upaya Pemerintah Aceh melahirkan Pergub penetapan harga sawit sudah tepat dan kita mendorong untuk segera disahkan. Pergub ini bertujuan untuk mengontrol kestabilan harga kelapa sawit dikalangan petani sekaligus mengawasi para PKS nakal di Aceh yang membeli kelapa sawit dibawah harga seharusnya.

Baca Juga:  Pusat Potong Dana Otsus Aceh 1.8 T, Asib Amin ; Harus Ada Perhatian Semua Pihak

Hal tersebut disampaikan oleh Drs. H. Asib Amin, Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) kepada media ini, Selasa, (14/09/2021).

Menurutnya, “Peraturan Gubernur (Pergub) akan memberikan perlindungan dan Kepastian harga kepada para petani kelapa sawit akibat adanya perbedaan perlakuan harga pembelian TBS kelapa sawit oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) serta untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat diantara Pabrik Kelapa Sawit (PKS)”.

Asib Amin berharap Pergub penetapan harga kelapa sawit dapat menjawab persoalan yang timbul selama ini dalam penetapan harga TBS kelapa sawit maupun dalam perkembangan usaha kelapa sawit di Aceh dan yang paling penting dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit.

Baca Juga:  Dyah Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Aceh Jaya

“Selaku anggota Legislatif, Saya mendorong Pemerintah Aceh untuk segera mengesahkan Pergub penetapan harga kelapa sawit agar usaha kelapa sawit di Aceh memberikan kebaikan kepada semua pihak,” ujarnya.

Asib Amin menjelaskan, jumlah luas lahan kelapa sawit di Aceh seluas 321.903 hektare terbagi atas perkebunan rakyat, negara, dan swasta.

Berdasarkan data yang dilansir oleh statistik perkebunan, jumlah petani sawit per jiwa di Aceh kurun waktu 2015-2017, yakni 119.890, 123.644, dan 127.155. Adapun jumlah tenaga kerja di sektor itu mencapai 75.030 jiwa pada 2017, tentu saat ini jumlahnya sudah jauh bertambah. Jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Instruksikan BPPA dan Dinsos Bantu Pedagang Aceh yang Kiosnya Ludes Terbakar di Pasar Minggu

Banyak masyarakat Aceh terutama mereka yang berada pada daerah sentra produksi kelapa sawit menggantungkan hidupnya pada hasil perkebunan kelapa sawit. Imbuhnya.

Maka, untuk melindungi hak-hak petani kelapa sawit, agar mendapatkan harga yang layak dan berkeadilan serta melindungi kepentingan perusahaan agar tidak terjadi persaingan harga yang tidak sehat diantara perusahaan perkebunan kelapa sawit, kehadiran pergub penetapan harga kelapa sawit sangat penting. Tutup Asib Amin. [*]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *