Dalam Rangka Hari Besar Idul Adha 1442 Hijriah, Nelayan Pijay Putuskan Tidak Melaut Selama Empat Hari

  • Bagikan

KABARANDALAN.COM, MEUREUDU – Ribuan nelayan di empat Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di delapan kecamatan di pesisir pantai Pidie Jaya (Pijay), selama empat hari memilih tidak melaut.

Hari pantang melaut merupakan langkah untuk menghormati hari besar perayaan Idul Adha 1442 Hijriah.

Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pijay, Ir HM Bentara, Rabu (21/7/2021), mengatakan, sebagai tradisi tabu dalam kegiatan penangkapan ikan, ribuan nelayan di Pijay menghentikan kegiatan penangkapan ikannya. karena masih berbaur dengan suasana hari itu. Idul Adha besar.

Baca Juga:  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

“Selama empat hari, para nelayan tidak melaut dan aktivitas akan kembali normal pada Sabtu (24/7/2021),” katanya.

Menurut HM Bentara, libur dari memancing ini karena untuk menghormati perayaan suci Idul Adha yang merupakan hari raya besar dalam Islam.

“Idu Adha adalah hari raya besar, sehingga dianjurkan untuk melaksanakan pantangan menangkap ikan selama tiga atau empat hari untuk mencari rezeki di laut. Tradisi ini juga menjadi kesepakatan para nelayan setiap tahun,” jelasnya.

Baca Juga:  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

“Hal ini sebagaimana dimaksud dalam ajaran agama (Islam) bahwa selama tiga hari setelah perayaan Idul Adha, maka diperbolehkan melakukan kegiatan mencari rezeki kembali secara resmi,” kata Ketua HNSI Pijay, HM Bentara. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *