Diduga Perkosa Anak Tiri, Pria Berinisial “SA” di Nagan Raya Diringkus Polisi

  • Bagikan

Foto : Ilustrasi, (Google)

KABARANDALAN.COM, SUKA MAKMUE –Seorang pria berinisial SA (41) diringkus petugas kepolisian Satreskrim Polres Nagan Raya atas dugaan pemerkosaan anak tirinya yang berusia 17 tahun.

“Pelaku kita tangkap setelah kasus pemerkosaan ini dilaporkan kepada polisi,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK diwakili Kasat Reskrim AKP Machfud di Suka Makmue, Selasa, (18/05/2021).

Kasatreskrim Polres Nagan Raya mengatakan, pelaku SA diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak tirinya dengan cara memaksa sang anak untuk mau melayani nafsu birahinya.

Pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna dimintai keterangan untuk pengungkapan kasus.

Pihaknya juga sudah melakukan visum et repertum terhadap korban di rumah sakit setempat, Terang AKP Machfud.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal tindak pidana pemerkosan dan zina dengan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 jo Pasal 50 atau Pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

“Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Nagan Raya secara intensif guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” kata AKP Machfud.

* Seorang Pria Lecehkan Pacarnya didekat Kuburan

Tak hanya terlapor ayah tiri, Penyidik polres Nagan Raya juga menerima laporan tindak pidana pelecehan seksual yang dilakukan oleh PYZ (25 tahun) warga salah satu desa dalam Kecamatan Kuala Pesisir dengan korban pacarnya sendiri sebut saja Mawar (13 tahun).

“Awalnya keluarga melihat korban tidak berada di rumah, setelah di lakukan pencarian dan kemudian korban di temukan di tempat yang tidak berpenduduk yaitu di dekat TPU, yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah pelapor,” terang AKP Machfud.

Kemudian setelah ditanyakan kepada korban, mengaku ia berada di tempat tersebut bersama dengan tersangka namun tersangka pergi meninggalkan korban sendiri karena melihat warga yang melakukan pencarian terhadap korban.

Selanjutnya pada hari senin, 10 mei 2021 sekira pukul 21.00 wib setelah di bujuk oleh ibu korban, ia mengakui bahwa tersangka telah melakukan zina terhadapnya dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Atas kejadian tersebut orang tua merasa keberatan Kemudian orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nagan Raya.

Kedua tersangka terbukti telah melakukan Tindak Pidana Zina dengan anak dan Pelecehan Seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 atau Pasal 46 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. [*]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 4x130