DINILAI MERESHKAH, EKS PANGLIMA GAM: PROVOKASI KAMI MENGUSIK DAMAI ACEH

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Merespon gencarnya penolakan terhadap deklarasi Koalisasi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di berbagai wilayah provinsi/kabupaten/kota di Indonesia, Eks petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga ikut menentang keras deklarasi KAMI di Aceh karena berpotensi menggganngu stabilitas keamanan yang bakal mengusik damai Aceh pasca konflik.

Sebagai seorang mantan GAM, Cutman mengingatkan publik dan elit politisi serius merawat damai Aceh secara konsisten agar tidak disusupi agenda kepentingan politik oknum politisi gagal yang menyeret massa dengan dalih apapun termasuk menggunakan jubah agama mengakali publik. Di ingatkan Cutman “ 30 th konlik Aceh, mulai DI/TII hingga GAM yang kian terus berulang secara berkepanjangan hingga kini berakhir dengan damai GAM vs RI. Maka penting agar hal yang wajar jika rakyat Aceh menentang keras narasi politik identitas yang dimainkan KAMI, mengingat Aceh terlalu sensitif pada isu yang membawa dalil-dalil agama tertentu”, terang Cutman.

Di tambahkan Cutman, damai Aceh masih relatif belum terlalu kokoh mengingat ada sejumlah hal yang melatarbelakangi termasuk perkara buti-butir MoU yang belum secara penuh terealisasi pasca damai Aceh. Oleh karenanya, kita menghimbau supaya semua pihak jangan memprovokasi isu yang menciptakan pepercahan dan membuat polarisasi ummat yang bakai menimbulkan gesekan social antara kubu pro dengan kontra.

Oleh karenanya, mayoritas rakyat Aceh sangat sensitif dengan wacana pembentukan KAMI Aceh mengingat sejumlah wilayah provinsi lain sepeerti di pulau jawa yang membolak dan membukarkannya. Untuk itu, kita juga meminta kepada Kepolisian Daerah Aceh untuk bersikap tegas bagi ormas apapun yang provokatif termasuk membubarkan KAMI karena di duga berpotensi bisa menanamkan bibit kebencian masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jumat, (06/11/2020).

“Saya meminta kepada Polda Aceh untuk membubarkan organisasi KAMI yang dipimpin oleh Gatot, kita kwatir keberadaan KAMI di Aceh justru akan berdampak negatif terhadap kesatuan dan persatuan yang telah tercipta di Aceh, memecah belah perdamaian serta menumbuhkan bibit kebencian masyarakat Aceh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Ungkap Cut Man sebagai eks panglima GAM wilayah Meulaboh raya.

Cut Man mengatakan, “di Aceh tidak boleh ada pergerakan organisasi yang kehadirannya justru mengancam perdamaian dan berpotensi memunculkan konflik antar sesama masyarakat Aceh, sudah cukup konflik berkepanjangan di Aceh, jangan ada lagi konflik baru.”

“Sekali lagi saya berharap agar kepolisian dan pihak terkait segera menertibkan organisasi KAMI di Aceh sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di publik.” Tegas Cutman. [*]

Author: KABARANDALAN