DPRA Pertanyakan Kebijakan Rektor USK Wajibkan Sertifikat Vaksin Bagi Mahasiswa Baru

  • Bagikan

Foto : Drs. H. Asib Amin, Wakil Ketua Komisi V DPRA Fraksi Partai Gerindra. (Dok.Ist).

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Drs. H. Asib Amin, Wakil Ketua Komisi V DPRA dari Fraksi Partai Gerindra, mempertanyakan kebijakan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) yang mewajibkan kepada setiap Mahasiswa baru untuk mengupload bukti asli surat register/sertifikat Vaksin Covid-19 saat melakukan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), kebijakan ini dianggap dapat memberatkan mahasiswa baru.

“Kebijakan itu dapat memberatkan mahasiswa baru, karna tidak semua mahasiswa baru sudah di Vaksin dan memiliki Sertifikat Vaksin. Untuk itu, Asib Amin meminta Rektor USK meninjau kembali kebijakan tersebut,” Sabtu, (03/07/2021).

Baca Juga:  Perjuangan Mahasiswa | Silakan Berdebat dan Berselisih Paham dengan Semua Orang, Kecuali Dengan Pembimbing

Asib Amin mengungkapkan, dirinya mengetahui hal tersebut setelah menerima laporan dari beberapa mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala (USK) yang merasa keberatan dengan syarat wajib mengupload bukti asli surat register/sertifikat vaksin Covid-19 saat pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), setelah di cek ternyata benar dan ada surat edarannya.

“Hal tersebut tercantum dalam surat Pengumuman Nomor : 2760/UN11/TM.07.00/2021 ditandatangani oleh Prof. Dr. Ir. Marwan Wakil Rektor Bidang Akademik pada 29 Juni 2021.” Ungkapnya

Baca Juga:  Gelar Wisuda Ke-XI, UTU Luluskan 792 Mahasiswa

Apa relevansinya pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan sertifikat Covid-19, kenapa harus hubung-hubungkan ? Tanya Asib Amin

Asib Amin mengatakan, saat ini ketersediaan obat untuk Vaksin sangat terbatas sehingga tidak semua Mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk di Vaksin sehingga memiliki sertifikat Vaksin Covid-19.

Bagaimana jika tidak memiliki Sertifikat Vaksin Covid-19 karna belum divaksin akibat dari tidak tersedianya obat vaksin, apa mahasiswa baru itu tidak bisa mengisi KRS secara online dan tidak bisa mengikuti proses perkuliahan nantinya ? Tanyanya lagi

Baca Juga:  Para Guru SMAN 15 Takengon Salurkan Paket Ramadhan untuk Siswa Kurang Mampu

“Kita bukan tidak mendukung kebijakan Rektor USK terkait diwajibkannya mahasiswa baru melampirkan sertivikat vaksin saat online KRS, akan tetapi karna kebijakan tersebut kurang tepat dan tidak ada urgensinya makanya kita pertanyakan,” Imbuhnya.

Untuk tidak memberatkan para mahasiswa baru, kami meminta rektor USK untuk meninjau kembali kebijakan tersebut. Terlebih saat ini sistem perkuliahan dilakukan secara daring, jadi tidak ada relevansinya, Tutup Asib Amin. [*]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *