Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Budi Syaiful : Aceh Punya Potensi MICE Yang Menguntungkan

  • Bagikan

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Meskipun dunia Kepariwisataan sempat mengalami goncangan akibat Covid-19, Industri Wisata Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE), atau bisnis jasa kepariwisataan yang bergerak di seputar Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran tersebut,  memiliki peluang besar nan menguntungkan di Aceh.

General Manager Hermes Palace Hotel Banda Aceh, mengatakan bisnis MICE adalah industri global berorientasi internasional yang nilai aktivitasnya tentu saja bisa menyumbangkan devisa bagi negara. Selain itu katanya wisata MICE memiliki dampak ke sektor lain dimana industri ini sangat bergantung dengan beberapa elemen pariwisata diantaranya akomodasi (hotel), transportasi, penyediaan makanan dan minuman, serta hal lainnya.

“Tujuan dari MICE yaitu untuk mendorong pertumbuhan obyek dan daya tarik wisata sehingga dapat menciptakan repeater visitor dan hal ini juga akan memudahkan para penggiat usaha melakukan promosi dari mulu ke mulut yang sangat efektif, ” kata Budi dalam siaran beritanya, Jum’at, (23/7/2021).

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa Industri Bisnis MICE potensial dapat menciptakan  lapangan kerja baru khususnya di Aceh.

” Meskipun situasi pandemi, saya yakin industri MICE bisa bertahan, ya tentu saja di adaptasikan dengan prosedur  kesehatan atau prokes yang disiapkan Pemerintah,” lanjutnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Aceh: Kapal Aceh Hebat Ciptakan Konektivitas dan Tumbuhkan Ekonomi Wilayah Kepulauan Aceh

Bukan tanpa alasan, bos Hotel termewah di Aceh ini juga memberikan keterangan pembenaran terkait indikasi prospek bisnis MICE bisa bertahan dan tengah berjuang di Aceh.

Buktinya kata Budi,  tahun kedua dirinya di Aceh, ia melihat banyak potensi MICE yang menjanjikan. Hal Ini terbukti dengan penyelenggaraan beberapa event di Hermes Palace Hotel Banda Aceh yang memberikan output yang bagus. Kemudian, terbukti Aceh Travel Mart 2.0 menjadi event akbar di awal tahun 2021 yang diprakarsai oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang dihadiri oleh Deputi Kementerian Pariwisata Pusat.

” Saat itu acara dibuka langsung oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, didukung oleh 128 buyer dari 18 provinsi di Indonesia dan 50 seller di Aceh,  hasilnya selama acara dan transasksi tersebut menghasilkan sebesar Rp 2 Miliar lebih, ” beber Budi  Syaiful.

Disamping itu lanjut Budi, ia juga melihat bila banyak peminat paket wisata yang dijual di Aceh,  hal ini potensial bisa menggerakkan roda ekonomi baru di Aceh .

Baca Juga:  Terkait Penyaluran BPNT Bener Meriah Bermasalah, Korda : Kita tidak Lakukan Pungli

Selain Aceh Travel Mart, Budi juga menyebutkan beberapa acara besar lain yang berdampak pada pergerakan roda ekonomi di Aceh. Diantaranya seperti perhelatan Silaturahmi Bisnis Ikatan Saudagar Muslim Se-Indonesia (Silabis ISMI) yang di Banda Aceh (06/2021) yang mendatangkan banyak pengusaha ke Aceh. Dan acara Acara
yang bertema” technofood, Trade, dan Tourismpreneurs” tersebut saat itu dibuka langsung oleh Ketua Umum ISMI, Ilham Habibie.

Kemudian yang terbaru katanya lagi,  kunjungan Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Doleček bersama Menteri Lingkungan Hidup Republik Ceko serta investor yang datang ke Aceh untuk meningkatkan hubungan kerjasama ekonomi.

“Dengan banyaknya orang yang tertarik untuk berinvestasi di Aceh, saya yakin dunia pariwisata di Aceh khususnya MICE akan terus menggeliat di bumi Serambi Mekkah, apa lagi didukung khususnya terutama kota Banda Aceh yang memiliki visi mewujudkan kota Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah,” terang Budi.

Ini menarik, karena berkorelasi dengan branding dari pariwisata Aceh “The Light of Aceh” yang bermakna  yaitu masyarakat disatukan dalam syariat Islam yang kuat dan memunculkan keunikan tersendiri terhadap dunia keparawisataan Aceh. Tambah nya lagi.

Baca Juga:  Dyah Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Aceh Jaya

Selanjutnya, ia juga mengatakan,  pemeliharaan serta pengembangan keberagaman alam dan budaya sangat penting untuk daya tarik wisata. Disamping perlu diadakan lagi  event-event berskala besar serta branding wisata halal dan perencanaan paket wisata yang mantap untuk menarik travel agent dan stakeholder.

Disisi lain, untuk merelisasikan iklim ekonomi yang bagus dan menarik investor diperlukan adanya kerjasama yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha atau industri, kampus, media dan masyarakatnya itu sendiri.

“Saya melihat keterlibatan Walikota dan Kadis Pariwisata Banda Aceh dalam memajukan objek pariwisata serta menciptakan objek baru yang dapat menampung lapangan pekerjaan baru, saat ini sudah sangat baik, hanya saja perlu didukung baik oleh  partisipasi masyarakat dalam  dunia wisata serta branding wisata halal yang kuat dilengkapi dengan penjaminan safety dan security sehingga hal ini bisa meyakinkan para stakeholder, ” harap Budi Syaiful. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *