Jabat Ketua Perindo Aceh, Teungku Muharuddin Dipecat Dari Partai Aceh

  • Bagikan

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Penunjukan Teungku H. Muharuddin sebagai Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Aceh membuat dirinya dikeluarkan atau dipecat dari kepengurusan Partai Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Jubir Partai Aceh Nurzahri melalui akun media sosial ‘Facebook’ miliknya pada Senin, (26/08/2021), sebagai berikut :

Sehubungan dengan penunjukan saudara Muharuddin sebagai ketua DPW Perindo Aceh dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan rapat pimpinan Partai Aceh pada hari minggu malam tangal 25 Juli 2021, partai Aceh memutuskan untuk mengeluarkan saudara muharuddin dari kepengurusan Partai Aceh, selain itu Partai Aceh juga menyatakan bahwa untuk kedepannya saudara Muharuddin tidak lagi berhak mengatas namakan Partai Aceh dalam segala sikap dan pendapatnya,” Ungkapnya.

Baca Juga:  Aceh Mulai Kelola Migas Blok B Aceh Utara, Alisahbana ; Ini Awal Kebangkitan dan Kemajuan Aceh

Kami juga menyampaikan yang bahwasanya saudara muharuddin sebelum menerima jabatan sebagai ketua Perindo Aceh, telah menghadap dan berbicara dengan ketua Umum Partai Aceh serta Sekjen Partai Aceh tentang rencana beliau untuk berkarir dalam kancah Nasional, walaupun keduanya (ketua dan sekjen) tidak tahu dan faham tentang apa strategi dan jalur politik yang akan menjadi pilihan saudara muharuddin.

Namun Kedua pimpinan Partai Aceh pada prinsipnya memahami langkah yg di ambil oleh saudara Muharuddin walau di satu sisi sangat menyayangkan rencana politik yg diambil tersebut, karena pimpinan partai Aceh menganggap bahwa saudara muharuddin adalah salah satu kader terbaik Partai Aceh dan bahkan pernah di percayakan oleh Partai Aceh untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan yaitu Ketua DPR Aceh pada periode 2014-2018.

Baca Juga:  AHY Sampaikan Belasungkawa ke Yasonna

Untuk kedepannya, Partai Aceh berharap agar saudara Muharuddin mendapatkan kesuksesan di jalur politiknya yang baru sembari mengucapkan terima kasih atas sumbangsih dan peran beliau selama menjadi pengurus Partai Aceh.

Partai Aceh juga menyampaikan bahwa sikap dan langkah politik yang di ambil oleh saudara Muharuddin bukanlah karena ada permasalahan di dalam kepengurusan Partai Aceh atau karena kekecewaan yg bersangkutan kepada Partai Aceh, akan tetapi murni karena pilihan politik beliau yg ingin berkarir di kancah nasional, oleh karena itu Partai Aceh berharap agar publik dapat memahaminya dan dapat berasumsi dengan benar atas peristiwa ini.

Baca Juga:  Ketua BMI Aceh Minta AHY Pecat Para Pengkhianat Partai

Sebagai partai moderen dan terbuka, Partai Aceh akan tetap menghargai sikap-sikap personal dari kader-kader yg ingin maju dan berkembang dengan jalur pilhannya masing-masing serta tidak akan pernah menghalangi pilihan-pilihan tersebut dan partai Aceh akan terus mendidik serta mencetak kader-kader terbaik yg akan bermanfaat baik bagi Aceh secara khusus maupun nasional secara umum. [*]

Ttd
Nurzahri
Jubir Partai Aceh

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *