KPH Wilayah III Terkesan Melakukan Pembiyaran Terhadap Illegal Logging Kawasan Hutan Lindung Bener Meriah

Foto Ilustrasi…

Kabarandalan – Redelong : Cempege Institute melihat Kawasan hutan lindung di kabupaten Bener Meriah secara umum bukan sedang baik baik saja, melainkan sebaliknya perambahan hutan kian meningkat dari tahun ketahun kondisi ini tentu harus menjadi perhatian serius kita secara bersama, semakin meluasnya tutupan hutan ini diperkirakan akan menjadi pengaruh besar terhadap hasil alam yang telah menjadi promadona wilayah gayo secara umumnya.

Kopi adalah sumber pendapatan andalan bagi sebahagian masyarakat diwilayah gayo, semakin berkurangnya tutupan hutan tentu akan sangat berpengaruh terhadap nasib kopi gayo di masa depan, perubahan iklim mulai terasa saat ini, belum lagi ditambah dengan akan munculnya bencana alam akibat perambahan di kawasan hutan lindung ini.

Khairuddin Direktur Cempege Institute kepada media kabarandalan.com menerangkan bahwa didalam Qanun Aceh No 7 Tahun 2016 telah diatur mengenai peran KPH dalam hal kehutanan, ini bisa dilihat pada pasal 20 menerangkan bahwa KPH merupakan selaku Unit Pelaksana Teknis Satuan Kerja Perangkat Aceh yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang kehutanan dan dapat melakukan pengawasan dan pembinaan teknis semua kegiatan kehutanan di lapangan. Berdasarkan hal tersebut, seyogyanya kondisi Hutan kita semestinya dapat dilindungi karena sudah ada perangkat pemerintahan yang bertugas untuk menjaganya. Sabtu, (04/07/2020)

“Secara umum di kabupaten Bener Meriah Data tim Geographic Information System Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh menunjukkan bahwa di Kabupaten Bener Meriah Hilangnya tutupan hutan terlihat dari 2017 (569 hektar), 2018 (hilang 765 hektar), dan 2019 (951 hektar). Luas tutupan hutan 2019 sekitar 99,986 hektar,” mongabay 12 februari 2020. Berangkat dari data tiga tahun terakhir ini harusnya menjadi peajaran serius bagi kita semua, dan khususnya bagi pejabat yang bertugas dalam bidang ini, agar tidak lalai dan melakukan pembiaran bagi pelaku pembalakan hutan kita”.

Khairuddin menjelasan, Kawasan Lindung Yang Berada di Kecamatan Mesidah yang terletak di Kampung Hakim Puteri Pintu dan Simpur, merupakan kawasan Hutan Lindung memiliki potensi yang baik dari sumber daya alam, namun faktanya hari ini diperkirakan Ribuan Hektar Kawasan Hutan ini telah berubah fungsi semenjak berlangsungnya kegiatan pembalakan, pencurian dan perambahan yang di lakukan oleh oknum masyarakat baik secara individu maupun kelompok bahkan Kegiatan pembalakan dan perambahan secara illegal ini secara terang-terangan di lakukan, sejauh ini apakah KPH Wilayah III tau akan kejadian ini, atau memang tidak mau tau. 

Kita berharap kepada KPH III dan Dinas Kehutanan Aceh agar dapat segera turun kelapangan untuk mengatasi hal ini, jika semakin lama dibiarkan maka dikawatirkan wilayah hutan tidak ada lagi, karena aktifitas penebangan dikawasan it terus berlansung. Harapan besar ini juga kami sampiakan kepada Bupati Bener Meriah agar lebih peka memikirkan kondisi hutan yang ada di kabupaten Bener Meriah, Tutup Khairuddin. (SG/Red)

Author: KABARANDALAN