Nasabah Terganggu, BPI KPNPA RI Akan Laporkan Kinerja Buruk BRI di Aceh

KABARANDALAN. COM, BANDA ACEH – Pasca dilakukan konversi dari Bank Konvensional menjadi Syariah, para nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Aceh khususnya di Kota Langsa, menjadi sangat terganggu.

Hal ini disebabkan sejumlah sistem transaksi tidak berfungsi termasuk macetnya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank plat merah tersebut di banyak tempat.

Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Provinsi Aceh, Chaidir Hasballah didampingi Sekretarisnya T.Syafrizal, Senin (16/11/2020) mengatakan, keluhan terganggunya para nasabah BRI di Aceh khususnya di Kota Langsa dalam beberapa pekan terakhir, mengindikasikan kinerja manajemen Bank tersebut sangat buruk di Aceh.

Dikatakan, meskipun Pemerintah Aceh sejak Januari lalu telah menerapkan Qanun Aceh No 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, namun proses konversi BRI dari Bank Konvensional ke Syariah seharusnya tidak membuat para nasabah terganggu.

Apalagi, Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang merupakan salah satu bank milik BUMN, memiliki kekuatan financial yang dibuktikan dengan catatan laba tahunan, serta memiliki tenaga IT yang handal dalam proses pengalihan Konvensional ke Syariah. Sehingga, tidak ada alasan menimbulkan dampak gangguan terhadap para nasabah.

Namun, fakta yang terjadi di Aceh sangat berbeda. Proses pengalihan BRI dari Konvensional ke Syariah, telah mengganggu sistem pelayanan terhadap nasabah hingga menimbulkan kekesalan para nasabah itu sendiri terhadap BRI.

“Artinya ini jelas indikasi kinerja manajemen BRI di Aceh yang sangat buruk hingga melunturkan kepercayaan nasabah. Manajemen BRI di Aceh khususnya di Kota Langsa sepertinya tidak siap dalam mengantisipasi dampak konversi bank itu terhadap nasabah,” ujar Chaidir Hasballah.

Karena itu, Chaidir Hasballah mengatakan pihaknya akan menyurati Menteri BUMN dan Pimpinan Pusat Bank BRI di Jakarta, agar mengevaluasi kembali kinerja bawahannya di Aceh.

“Ini sudah tidak benar. Apapun persoalan yang dihadapi BRI di Aceh, tidak seharusnya pelayanan terhadap nasabah terganggu. Banyak sudah keluhan nasabah yang kami terima. Jika pimpinan BRI di Aceh tidak mampu bekerja, sebaiknya di copot saja dan masih banyak bankir lain yang mampu untuk memimpin BRI di Aceh,” demikian Chaidir Hasballah.(Red KA)

Author: KABARANDALAN