Pengadaan Mobil Mewah Bupati Nagan Raya Senilai 1,7 M Jadi Sorotan

  • Bagikan

KABARANDALAN.COM, NAGAN RAYA – Adi Azhari Pranata Ketua Aliansi Pemuda Pemudi Peduli Rakyat Miskin (AP3RASKIN) menyoroti pengadaan mobil dinas Bupati Nagan Raya seharga 1,7 miliar, Senin, (19/07/2021).

Dirinya menyayangkan sikap Bupati HM. Jamin Idham yang terkesan lebih memilih kepentingan pribadi dengan membeli mobil mewah daripada mensejahterkan rakyatnya yang sedang terdampak Covid-19.

“Indonesia kini masih berjuang melawan pandemi Covid-19, apalagi data yang kami lihat di situs resmi covid19.go.id memperlihatkan bahwa Indonesia berada di peringkat pertama yang terdampak pandemi, sebanyak 2.877.476 kasus yang sudah tercatat sehingga Pemerintahpun membuat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat,”Jelas Edi.

Pemberlakuan itupun, menurut Edi juga berdampak untuk Aceh dan Nagan Raya khususnya.

Baca Juga:  Pemkab Nagan Raya Serius Memajukan Parawisata Danau Laot Tadu Wilayah Kuala Raya

“Dari informasi yang kami dapati, di Nagan Raya tercatat sudah 302 orang terkonformasi positif Covid-19, dengan meningkatnya kasus tersebut sehingga pemerintah beberapa waktu lalu melakukan razia-razia dengan alasan mencegah penyebaran virus tersebut,namun mereka tidak merasakan yang terdampak itu adalah perekonomian masyarakat kecil yang mencari nafkah untuk keluarganya,” Imbuhnya lagi.

Menurutnya, dalam permasalahan ini pemerintah Nagan Raya harusnya lebih memperhatikan ekonomi masyarakat agar tetap menjalankan usaha mereka sebagaimana mestinya sehingga roda perekonomian masyarakat tidak terhenti,apalagi menjelang hari raya Idul Adha.

“Dalam data Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Nagan Raya tahun 2021 terlihat bahwa pengadaan barang berupa mobil jabatan bupati dengan harga 1,7 miliar, saya selaku masyarakat Nagan Raya sangat kecewa atas sikap Bupati Nagan Raya yang terkesan tak peduli dengan masyarakatnya, padahal dalam wabah pandemi ini bupati elokmya lebih memperioritaskan masyarakat agar roda perekonomian lebih stabil sehingga perekonomian masyarakat Nagan Raya berjalan baik, kemudian bupati harusnya berfikir dan fokus terhadap penanganan covid 19 yang lebih efektif,” tegasnya.

Baca Juga:  KNPI Simeulue Tolak Wacana DPRA Hentikan Proyek Multi Years

 

ketua AP3RASKIN juga sangat prihatin melihat data transparansi melalui elektronik tersebut yang mana di data itu tertera data angka 1.7 miliar hanya untuk mobil dinas bupati, padahal jika anggaran itu di gunakan untuk kepentingan rakyat baik dalam segi ekonomi maupun rakyat miskin Nagan Raya anggaran sebanyak itu lebih berguna.

“Kalau saja anggaran itu di gunakan untuk rehap dan mebangun rumah masyarakat miskin,itu lebih bermanfaat,” kata Edi.

Baca Juga:  Hari Lansia Nasional, Bupati Nagan Raya Minta Orang Tua Tetap Jaga Kesehatan Dalam Masa Pandemi Covid-19

Kemudian lanjutnya,padahal jauh-jauh hari AP3RASKIN sudah menyerahkan data masyarakat Nagan raya yang tingal di rumah tak layak huni langsung kepada bupati Nagan raya pada bulan maret 2020 yang lalu.

tapi bapak nomor satu Nagan Raya itu mangatakan bahwa saat itu semua anggaran di fokuskan untuk penanganan covid19.

“kita berharap pemerintah Nagan Raya baik eksekutif dan legislatif lebih bijak dalam mengunakan uang rakyat,” tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *