Pertemuan Tiyong dan Nova Iriansyah Redakan Ketegangan Politik

  • Bagikan

Kabarandalan – Banda Aceh : Samsul Bahri alias Tiyong sempat menyita perhatian publik Aceh, saat bersama Edi Saputra atau yang akrab disapa Edi Obama melakukan aksi menginap di teras Rumah Dinas Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Senin 19 Mei 2020.

Tiyong yang merupakan Anggota DPRA ini ikut menginap dengan harapan bisa bertemu dengan Plt Gubernur Aceh untuk menyelesaikan masalah.

Namun tak ada yang menduga, setelah lebih dari satu bulan aksi itu dilakukan, tiba tiba foto Tiyong Bersama Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah tersebar disosial media, sontak beragam reaksi publik muncul, ada yang menyayangkan namun tak sedikit pula yang mengapresiasi.

Diantaranya apresiasi datang dari Tokoh Muda Aceh, Sanusi Madli melalui akun Facebook nya, Sanusi Menyampaikan rasa syukur atas pertemuan dua tokoh tersebut.

“Saat melihat foto ini beredar di sosmed, rasa syukur terucap, bagaimana tidak, dua tokoh yang sempat tidak harmonis belakangan ini, terutama saat kisah “kunjungan rumdis wagub di Blang Padang beberapa hari yang lalu”, kini kembali bertemu dan menyatu, merangkul dengan penuh keakraban, mudah mudahan masalah telah selesai,” tulis sanusi di akun facebook nya, selasa 19 Mei.

Sanusi melanjutkan, Ada banyak nilai positif yang bisa diambil dari pertemuan kedua sosok tokoh ini, apalagi di bulan ramadhan dan ditengah suasana covid-19, pertemuan ini jadi penting sebagai isyarat bahwa persatuan dan kebersamaan dalam membangun Aceh kedepan akan semakin kuat, selain Tiyong sebagai ketua parlok, beliau juga sebagai anggota DPRA.

“Tentu dukungan dan koordinasi yang baik antara parlemen dengan pemerintah akan lebih mudah mewujudkan Aceh Hebat, dengan fungsi parlemen sebagai pengawasan, Legislasi dan Anggaran,” ucap mantan ketua DPM Unsyiah ini.

Sanusi juga menegaskan, bahwa peristiwa ini menunjukkan Bapak Nova Iriansyah sangat negarawan, selalu siap merangkul siapa saja, sekalipun dengan orang yang pernah “menyerangnya”.

“Bang tiyong pun patut diapresiasi, atas itikad baik nya untuk bertemu, saya nggak tau pasti, pertemuan ini atas inisiatif siapa, tapi sangat patut untuk diapresiasi,” lanjut sanusi

Soal dugaan bahwa pertemuan tersebut bernuansa politik, itu soal lain, namanya juga politisi, pertemuan nya pasti tidak bisa lepas dari nuansa politik.

“Semoga pertemuan ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lain, berpolitik secara sehat dan santun, bertemu bukan berarti menghilangkan fungsi, namun lebih menguatkan fungsi masing masing,” harap sanusi Ketua Lemkaspa Aceh timur Ini. (Red)

Baca Juga:  KPK Geledah Ruang Azis Syamsuddin, Fahri Sorot Parpol Lumpuh Menjelma Jadi Alat Kekuasaan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *